Ikhwan Sejati dan Akhwat Sejati
Ikhwan Sejati
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
bahunya yang kekar, tetapi dari
kasih sayangnya pada orang
disekitarnya…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
suaranya yang lantang, tetapi dari
kelembutannya mengatakan
kebenaran…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
jumlah sahabat disekitarnya,
tetapi dari sikap persahabatannya
pada generasi muda bangsa…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
bagaimana dia dihormati di
tempat bekerja, tetapi bagaimana
dia dihormati di dalam rumah…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
kerasnya pukulan, tetapi dari sikap
bijaknya memahami persoalan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
dadanya yang bidang, tetapi dari
hati yang ada di balik itu…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
banyaknya akhwat yang
memuja, tetapi komitmennya
terhadap akhwat yang dicintainya
(ketika cinta itu hanya pada satu
tujuan, Allah Ya Rabbul Izzati)…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
jumlah barbell yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia
menghadapi liku-liku kehidupan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
kerasnya memebaca Al Quran,
tetapi dari konsistennya dia
menjalankan apa yang ia baca…
Akhwat Sejati
Seorang gadis kecil bertanya pada
ayahnya, “Abi ceritakan padaku
tentang Akhwat sejati?”. Sang
ayah pun menoleh sambil
kemudian tersenyum:
Anakku … Seorang akhwat sejati
bukanlah dilihat dari kecantikan
paras wajahnya, tetapi dilihat dari
kecantikan hati yang ada di
baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
bentuk tubuhnya yang
memesona, tetapi dilihat dari
sejauh mana ia menutupi bentuk
tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
begitu banyaknya kebaikan yang
ia berikan tetapi dari keikhlasan ia
memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
seberapa indah lantunan
suaranya, tetapi dilihat dari apa
yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
keahliannya berbahasa, tetapi
dilihat dari bagaimana caranya ia
berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari
melihat ke arah putrinya.
“Lantas apa lagi Abi?”, sahut
putrinya.
Ketahuilah putriku …
Akhwat sejati bukan dilihat dari
keberaniannya dalam berpakaian
tetapi dilihat dari sejauh mana ia
berani mempertahankan
kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
kekhawatirannya digoda orang di
jalan tetapi dilihat dari
Kekhawatiran dirinyalah yang
mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari
seberapa banyak dan besarnya
ujian yang ia jalani tetapi dilihat
dari sejauhmana ia menghadapi
ujian itu dengan penuh rasa
syukur. Dan ingatlah …
Akhwat sejati bukan dilihat dari
sifat supelnya dalam bergaul,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia
bisa menjaga kehormatan dirinya
dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali
bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi
kriteria seperti itu, Abi?”
Sang ayah memberikannya
sebuah buku dan
berkata,”Pelajarilah mereka!”
Sang anak pun mengambil buku
itu dan terlihatlah sebuah tulisan
“Istri Rasulullah”
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
bahunya yang kekar, tetapi dari
kasih sayangnya pada orang
disekitarnya…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
suaranya yang lantang, tetapi dari
kelembutannya mengatakan
kebenaran…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
jumlah sahabat disekitarnya,
tetapi dari sikap persahabatannya
pada generasi muda bangsa…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
bagaimana dia dihormati di
tempat bekerja, tetapi bagaimana
dia dihormati di dalam rumah…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
kerasnya pukulan, tetapi dari sikap
bijaknya memahami persoalan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
dadanya yang bidang, tetapi dari
hati yang ada di balik itu…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
banyaknya akhwat yang
memuja, tetapi komitmennya
terhadap akhwat yang dicintainya
(ketika cinta itu hanya pada satu
tujuan, Allah Ya Rabbul Izzati)…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
jumlah barbell yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia
menghadapi liku-liku kehidupan…
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari
kerasnya memebaca Al Quran,
tetapi dari konsistennya dia
menjalankan apa yang ia baca…
Akhwat Sejati
Seorang gadis kecil bertanya pada
ayahnya, “Abi ceritakan padaku
tentang Akhwat sejati?”. Sang
ayah pun menoleh sambil
kemudian tersenyum:
Anakku … Seorang akhwat sejati
bukanlah dilihat dari kecantikan
paras wajahnya, tetapi dilihat dari
kecantikan hati yang ada di
baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
bentuk tubuhnya yang
memesona, tetapi dilihat dari
sejauh mana ia menutupi bentuk
tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
begitu banyaknya kebaikan yang
ia berikan tetapi dari keikhlasan ia
memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
seberapa indah lantunan
suaranya, tetapi dilihat dari apa
yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
keahliannya berbahasa, tetapi
dilihat dari bagaimana caranya ia
berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari
melihat ke arah putrinya.
“Lantas apa lagi Abi?”, sahut
putrinya.
Ketahuilah putriku …
Akhwat sejati bukan dilihat dari
keberaniannya dalam berpakaian
tetapi dilihat dari sejauh mana ia
berani mempertahankan
kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
kekhawatirannya digoda orang di
jalan tetapi dilihat dari
Kekhawatiran dirinyalah yang
mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari
seberapa banyak dan besarnya
ujian yang ia jalani tetapi dilihat
dari sejauhmana ia menghadapi
ujian itu dengan penuh rasa
syukur. Dan ingatlah …
Akhwat sejati bukan dilihat dari
sifat supelnya dalam bergaul,
tetapi dilihat dari sejauh mana ia
bisa menjaga kehormatan dirinya
dalam bergaul.
Setelah itu sang anak kembali
bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi
kriteria seperti itu, Abi?”
Sang ayah memberikannya
sebuah buku dan
berkata,”Pelajarilah mereka!”
Sang anak pun mengambil buku
itu dan terlihatlah sebuah tulisan
“Istri Rasulullah”
Komentar
Posting Komentar